Terima kasih

Posted: April 20, 2012 in Serius

Beberapa kejadian ga ngenakin udah menimpa gw minggu ini. Ujung2nya berpuncak pada kekesalan gw yg mendalam sama beberapa gelintir orang. Yah, memang tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini. Gw tau kok. Gw udah mencoba memahami fakta ini dan mengaplikasikannya ke beberapa gelintir orang ini. Tapi masalahnya ketidaksempurnaan mereka ini udah melewati batas toleransi gw. Jadi maaf saja, seperti yg saya bilang di postingan ini, mungkin gw adalah orang yg paling egois yg pernah kalian kenal. Sekali gw merasa prinsip gw bener, maka gw akan mem-black list semua yg tidak sepaham dg gw #egoisgariskeras

Ini adalah dongeng tentang sebuah tim yg amburadul, acakadut, dsb, dkk. Cekidot!

Seharusnya ketua tim itu baca quote yg ini dulu sebelum memimpin:

‘Courage is the main quality of leadership. No matter where it is excercised’ – Walt Disney

Kalo si ketua tim aja plin-plan, ga tegas, mencla-mencle dalam menjalankan kebijakannya, ya ribet dong yg jadi anggota timnya. Di depan si A ngeluarin kebijakan 123, di depan si B kebijakannya 234, di depan si C bilang kalo peraturan yg berlaku 345. Sementara si A, B, dan C ini kan kerja tim di bawah ketua tim yg sama dalam sebuah  tim yg sama. Lah, si A, B, dan C ini kudu piye?

Seharusnya kerja tim itu tidak seperti ini:

Dari jaman TK sampe kuliah, para pengajar gw selalu ngajarin kalo yg namanya kerja tim itu ya bekerja bersama2 untuk mencapai tujuan yg sama demi kepentingan bersama.

Perbedaan pendapat dalam satu tim itu wajar.

Yang tidak wajar itu adalah jika dalam satu tim itu terjadi perbedaan proporsi pembagian tanggung jawab sementara ‘reward’ yg diterima antara si malas dan si rajin, sama.

Yang tidak wajar adalah jika ketua tim tidak berani menegur si malas, tidak berani memberikan hukuman atas kemalasannya tapi malah melimpahkan beban tanggung jawab si malas kepada si rajin. Atau yg anehnya lagi, dengan sukarela mengambil alih tanggung jawab si malas untuk dirinya sendiri.

Yang tidak wajar adalah jika terjadi masalah di tengah jalan menuju pencapaian tujuan atau justru tujuan yg ditetapkan tidak tercapai, semua orang dalam tim berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dengan mengorbankan seseorang yg tidak bersalah sebagai tumbal untuk dikorbankan.

Karena bukan seperti itu kerja tim yg gw tau.

Dan rasanya kesel, marah, bete, pengen ngamuk2 banget ketika gw sadar kalo tim gw bukanlah tim ideal seperti yg diajarkan oleh pengajar gw dr Tk sampe kuliah. Rupanya ada versi lain dari sebuah tim yg baru gw temui di dunia kerja. Dimana kepentingan pribadi lebih dominan.

Orang bijak pernah berpetuah seperti ini:

Tapi sumpah, kata2 bijak itu lebih gampang dikata-katain drpd dilakuin. Terutama disaat gw lg pengen nyantet beberapa gelintir orang ini. Karena menyerang adalah bentuk pertahanan diri paling primitif dari makhluk hidup ketika dia merasa kepentingannya sudah diusik. Sampai gw mengetikkan ini, gw masih merumuskan banyak cara untuk menyerang mereka. Dan bentuk penyerangannya itu terlalu vulgar untuk gw share di sini.

Dan kemudian, gw baca kata2 bijak lainnya:

And then i realize, i’m not gonna let it define me or destroy me. Beberapa gelintir orang itu jadi menang dua kali dong kalo cuman gara2 hal kecil kaya gini gw hancur dan menyerah. Meh, No Way!

Jadi gw ambil aja hikmah dari kejadian ga ngenakin minggu ini. Pertama, gw mau berterimakasih buat beberapa gelintir orang ini karena udah mendewasakan gw, membuat gw mengerti apa itu dunia kerja yg sebenarnya, Terimakasih. Kedua, gw juga sangat berterimakasih buat si ketua tim, Terimaksih karena sudah nunjukin ke gw contoh yg salah dari seorang ketua tim. Ketiga, gw juga mau berterimakasih untuk beberapa gelintir orang sisanya dan gw berharap di masa yg akan datang gw ga akan seperti mereka, semoga di masa yg akan datang orang2 tercinta gw tidak akan menjadi seperti mereka.

Terima kasih.

Comments
  1. hifni says:

    Keren, keren, keren. Hehe.
    Quotes nya ngena banget lagi pri.
    Aku juga telah merasakan hal yang kurang lebih sama lah denganmu pri. Dunia kerja dimana-mana sama ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s