Ga habis pikir tapi entah kenapa jadi gw pikirin

Posted: January 12, 2012 in Cuma Curhat

Pasti ada diantara kalian yang pernah ngalamin hal seperti yang gw alamin skg. Semacam kebingungan kenapa hal yang ga mungkin terjadi, bisa terjadi. Sampe geleng-geleng kepala pun ga cukup buat mengekspresikan keheranan gw ini.

Memangnya apa siy yang bisa sampe segitunya mengherankan?

Ini soal hati. Ini soal perasaan. Ini soal emosi. Ini soal hubungan antara dua insan manusia.

Dari dulu sampe sekarang, pepatah ‘dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu’ belum terbukti salah (dari sudut pandang gw, tentunya). Singkatnya, dua orang ini dari permukaan tindak tanduknya terlihat wajar bahkan terkesan akrab. Tinggal di rumah yang sama, kerja di kantor yang sama, punya selera yang sama (dari jenis musik, genre film, hobi, dsb, dkk).

Dari awal gw kenal mereka, gw selalu menganggap mereka satu paket. Mo nanya soal si A, tanya aja ke B dan sebaliknya. Kesannya tuh, A dan B udah tau busuk2-nya satu sama lain, udah tau nilai plus masing2. Hal-hal itulah yang membuat mereka resmi mendapat cap sebagai sahabat dr gw dan beberapa orang yang kenal mereka.

Tapi siapa yang menyangka ketika akhirnya si B sudah tidak tahan lagi untuk berpura2 ‘semuanya baik2 saja’ dan menceritakan semuanya ke gw (cerita dalam versi dia tentunya). DUAR! Gw kaget banget pas denger cerita dia. Ga habis pikir, kenapa dia bisa bertahan begitu lama dalam dunia penuh sandiwara itu.

Ketika gw konfirmasi berita ini ke si A, DUAR! gw kaget untuk yg kedua kalinya ketika dia mengkonfirmasi kebenaran cerita B namun dengan versi dia plus pembelaan dari pihak dia tentunya.

Lalu bagaimana gw bersikap? Gw memilih untuk netral, tidak memihak si A atau si B. Gw memilih untuk tidak melibatkan si A jika mengharuskan si B terlibat atau sebaliknya. Kecuali keadaan benar2 memaksa demikian.

Ga habis pikir deh kalo si A dan B itu adalah gw dan @si_ombre, gw pasti sudah gila. Bayangin aja, serumah, sekantor, semua orang berpikir baik2 saja sehingga kami harus bertindak seakan baik2 saja padahal semuanya tidak baik2 saja. Capek banget pastinya. Harus ber-akting terus menerus.

Ga habis pikir kenapa mereka memilih untuk berpura-pura semuanya baik2 saja dan bukannya berterus terang saja. Kalau gw adalah salah satu dari mereka, gw pasti memilih untuk berusaha menjauh dari yang lainnya drpd terus berada di samping orang yg tidak gw sukai dan berpura-pura.

Ga habis pikir kenapa mereka bisa segitu hebatnya bertahan satu sama lain untuk memainkan scene baik2 saja ini. Satu rumah, satu kantor. Pastinya akan ada banyak interaksi. Pastinya hari2 mereka akan terasa begitu menyiksa. Gw yakin gw ga akan tahan berada terlalu dekat dan terlalu lama dengan seseorang yg tidak gw sukai. Mereka hebat karena mereka kuat untuk bisa seperti itu.

Okeh, silakan nilai gw aneh sampe mikirin yg beginian. Masalahnya, gw tetep ga habis pikir kenapa mereka bisa jadi seperti itu? Semoga gw dan @si_ombre ga harus mengalami hal yang beginian. Kalo bukan sama temen serumah, siapa lagi orang terdekat yang gw punya di tanah rantau ini. Kalo situasi kantor ga kondusif lagi karena keberadaan rekan kerja yg tidak kita sukai, gimana kita bisa bekerja sama? bagaimana pekerjaan kita bisa produktif?

Hufph. Nulis yang serius begini bikin capek. Tp untungnya, gw ga perlu berpura2. Karena nyembuhin capek itu lebih murah daripada nyembuhin stres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s