Me and travelling, we are in love

Posted: December 16, 2011 in Yuks, Jalan!

— Apa passion terbesarmu dalam hidup? Tanyakan itu padaku dan dengan lantang aku akan menjawab “Travelling” —

Gw yakin, Allah punya maksut tertentu dengan nyiptain masing2 kita ke dunia ini. Beberapa orang sudah menemukan maksut-Nya itu, beberapa yg lain masih mencari. Beberapa sedang menikmati maksud-Nya itu, beberapa yg lain masih kebingungan.

Gw masuk ke dalam kategori pencari yang kebingungan itu sesaat yang lalu. Sesaat itu referensi waktunya mencakup dulu, bertahun2 yg lalu, lama sebelum gw ketemu sama makhluk2 keren yang mengenalkan gw sama dunia lain di luar rutinitas.

Yah, gw juga pernah merasakan jebakan rutinitas yg ‘rapi teratur’. Sampai sekarang pun jebakan itu masih sesekali melenakan sampai membuat jenuh. Hidup dalam rutinitas itu memang nyaman. Tinggal ikuti alur yang ada, maka bisa dipastikan hidupmu akan aman. Misalnya rutinitas gw skg: bangun pagi, ke kantor; istirahat siang; pulang kantor; malas2an; nonton tv/baca komik; tidur; bangun pagi; dst. terus berputar. Bayangkan hal yang sama terulang keesokan harinya, besoknya lagi dan terus sampai kita tua. Sudah terbayangkah betapa membosankannya? Betapa sia-sianya hidup dalam rutinitas nyaman yg itu2 saja, tanpa kejutan, tanpa ada hal baru yg kita pelajari, tanpa ada wajah baru yg kita kenal?

Beruntung gw punya teman2 yg tidak pernah takut utk mencoba hal baru. Para kurcaci di masa SMA, para bandit di masa kuliah dan geng KCCEB di masa kerja. Boleh saja menjalani hidup dlm rutinitas, tp sesekali menyempatkan diri untuk keluar dari zona nyaman itu menyenangkan. Karena semakin byk kejutan, semakin byk pula yg bisa kita ceritakan dan pamerkan kepada org2. Jujur, gw seneng bgt kalo bisa membuat org2 iri dg cerita2 gw dan bisa memotivasi si org ini utk ikut mencoba hal baru itu. Semacam kepuasan batin gitu.

Jika ada yang berpikir kalau hal baru utk dipelajari itu mahal harganya, maka cobalah baca cerita yg berikut.

Wahai para kurcaci, ingatkah kalian akan kisah ini?

Suatu hari sepulang sekolah, dalam perjalanan menuju tempat les. Kita bercengkrama seperti biasa. Berjalan berkerumun di sepanjang trotoar, sambil sesekali mentertawakan berbagai hal. Sampai salah seorang dari kita menyeletuk saat melihat pohon jambu yg ranum dan seorang cowo sedang asik memetik buahnya, “ada tantangan niy. Siapa yg berani teriak minta jambu sama mas itu, ntar dapet 2000 perak” Oh ya, kami memang sering memainkan permainan tantangan ini, tp biasanya yg jadi subjek kami adalah teman2 kami sendiri dan bukannya ‘org tak dikenal’ spt si mas itu. Ini adalah hal baru yg bikin deg2an. Ahirnya, seseorg menerima tantangan itu dan dg lantang berteriak, “mas, boleh minta jambunya?” Bukan demi uang Rp 2000, tp demi uji keberanian. Demi sensasi deg2an juga. Dan gimana reaksi si mas? Dia kaget, tersenyum dan berkata dg ramah, “mari mampir”. Sejak hari itu, kami selalu punya tempat baru untuk dilirik setiap mau berangkat les.

Jika ada yang berpikir kalau hal baru utk dipelajari itu selalu menyenangkan, maka cobalah baca cerita yg berikut.

Wahai para bandit, ingatkah kalian akan kisah ini?

Sama2 baru pertama kali bener2 keluar dr rumah, sama2 br pertama kali merencanakan perjalanan jauh, sama2 punya kebiasaan nyasar n ga bisa baca peta, tp kami sama2 pengen tau. Inilah yg membuat kami nekat ke stasiun terdekat dan naik kereta jurusan Bogor, dengan niat untuk menengok seorang kenalan di kampus IPB. Mood bagus, teman2 perjalanan yg seru, optimis nyampe tempat tujuan. Namun, di tengah jalan, kereta yg kami naiki mendadak berhenti. Panik, bingung, hilang arah. Mau naik kereta ke arah sebaliknya utk langsung pulang ke Jakarta, kok sayang, tapi mau naik kereta yg mana lagi, kami ga tau. Kami nanya ke orang2 dan diberitahu kalo kami salah naek kereta *tepok jidat* *jidat tetangga* Hadeh. Akhirnya kami membatalkan niat untuk main2 ke kampus IPB dan malah nyasar ke Kebun Raya Bogor, makan bakso tawar di pinggir jalan yg tetep kerasa enak krn udah kelaperan tp ga pny uang byk buat makan di resto, trus keujanan. Eh, mungkin nyasar, keujanan, dan makan bakso tawar terdengar ga menyenangkan, tp buat gw pribadi kisah ini menyenangkan dan bakalan tetap gw kenang, kebodohan kami yg manis. Inilah awal mula gw menyadari ttg betapa gw sudah jatuh cinta dg kejutan dan perjalanan.

Jika ada yang berpikir kalau hal baru utk dipelajari itu selalu harus direncanakan dg matang, maka cobalah baca cerita yg berikut.

Wahai para anggota geng KCCEB, ingatkah kalian akan kisah ini perjalanan kita yang ini?

Pertama kali menjejakkan kaki di tanah asing, tanpa saudara, tanpa mengenal siapa2 (pada akhirnya kita mengenal banyak orang dan punya banyak saudara). Suatu hari, sepulang kantor, entah ide dari siapa, kami berniat untuk mengeksplor kota Pekanbaru. Tanpa tau jalan, hanya berbekal peta gambaran tangan dari rekan kantor dan petunjuk ttg angkutan jenis apa yg harus kami naiki, kami nekat untuk pergi. Tujuan: Gedung MTQ. Hasilnya, kami salah naik angkot dan harus jalan kaki jauuuuuuuuuuhhhhhh banget, tp berhasil sampai di tempat tujuan, mengobati rasa penasaran, poto2, makan jagung bakar dan roti bakar di pinggir jalan. Menyenangkan.

Intinya, melalui tulisan ini gw ingin memotivasi kalian agar jangan takut untuk keluar dr zona aman bernama rutinitas. Cobalah hal2 baru. Temukan passion kalian. Karena pada akhirnya passion inilah yg bisa mengobati kita dr stres dan kejenuhan.

Mungkin pada awalnya akan muncul kekhawatiran dan ketakutan2 begitu kita melangkahkan kaki sedikit keluar dr lingkaran rutinitas. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Tapi, seperti yang dibilang mbak Trinity yang ngarang buku The Naked Traveler, worrying gets you nowhere. Kekhawatiran dan ketakutan yg muncul itu wajar, itu manusiawi. Jangan sampai mereka menjauhkan-mu dr mimpi dan membuatmu terlalu nyaman dg rutinitas.

Jauh sebelum gw jatuh cinta sama travelling, gw jg mengalami ketakutan itu. Terutama dg penyakit ‘suka nyasar’ gw dan kendala bahasa. Sampai skg, ketika gw sudah bneran jatuh cinta sama travelling, gw msh merasakan ketakutan2 itu tiap kali ingin memulai dan merencanakan kegiatan liburan yg baru. Tapi iming2 pengalaman di tempat baru, kuliner-nya, pemandangannya, poto2 yg akan gw jepret di sana, berhasil mengalahkan semua hal negatif itu.

Jangan takut untuk mencoba, karena ketika kamu berpikir kalo kamu bisa, itu berarti kamu selangkah menuju ke-bisa-an. Sugesti semacam ini sering berhasil untuk gw. Mungkin juga akan berhasil untuk kalian. Siapa tahu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s