Tulisan beraura pink

Posted: December 1, 2011 in Uncategorized

Siapa bilang mencintai dan dicintai itu mudah?

Tanyakan itu pada orang2 yg lagi patah hati di luar sana, tanyakan itu pada pasangan yg sdh menikah bertahun2, tanyakan itu pada orang yg sedang dimabuk cinta, tanyakan itu pada orang2 yg berusaha mencintai, tanyakan itu pada mereka yg takut mengungkapkan cintanya pada orang yg hanya menganggapnya sahabat, tanyakan itu pada populasi manusia di dunia yg berjumlah 7 milyar lebih ini. Maka jawabannya akan sama. Mencintai dan dicintai itu tidak pernah mudah.

Huhuhu, kenapa tiba2 gw mengangkat tema beraura pink ini kedalam tulisan kali ini? Apakah krn gw sdg jatuh cinta? No, absolutely not! Kisah ini murni gw angkat akibat renungan dan pengalaman hidup plus cerita sana-sini.

(paragraph berikut, yg tercetak miring, boleh dilewatkan karena hanya berisi pendapat pribadi penulis tanpa disertai fakta2 yg sahih dan sama sekali tidak ada hubungannya dg tema tapi sayang buat di delete *maap yak, penulisnya egois*)

Jujur gw ga percaya sama yg namanya cinta. Bagi gw cinta hanyalah kata2 picisan yg sudah kehilangan maknanya krn terlalu sering disisipkan dlm bahasa2 gombalan dan rayuan. Haha, gw memang aneh. Tp sampai saat ini kalimat “aku mencintaimu”, “i love you”, “Je t’aime”, “Ich liebe Dich”, “Kimi o ai shiteru”, dsb, dkk itu ga pernah ngebuat gw melayang terbang ke awang2 (btw, awang2 apaan siy?), termasuk ketika kalimat itu diucapkan oleh teman dekat pd masa dulu. Lebih baik jika ‘cinta’ itu ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan drpd terlalu sering diucapkan.

Satu2nya cinta yg mudah, yg gw tau, cuman cinta orang tua sama anaknya. Krn itu tanpa pamrih. Walau sejelek, senakal, sebodoh, se-menyebalkan apapun si anak, orang tua pasti akan tetap bangga akan diri si anak. Di saat semua orang membenci si anak, hanya orang tua yg tidak akan pernah bisa membencinya.

Jadi gw ga bakalan heran waktu ada temen2 gw yg curhat kalo dia lagi terjebak dlm hubungan percintaan yg rumit.

Yups, temen2 gw dan hampir semua makhluk bumi, membahasakan hubungan beraura pink penuh komitmen ‘aku milikmu, kamu milikku’ yg lebih dr sekedar teman atau sahabat ini sebagai ‘hubungan percintaan’ atau ‘pacaran’ atau ‘jadian’. — I have no comment in this statement.

Balik lagi ke kasus hubungan percintaan yg rumit. Knp gw bilang rumit? Nanti akan gw kasih contoh kasusnya. Kasus2 yg gw kasih ini adalah kisah nyata dari gw maupun kutipan curhat dr temen2 gw. Krn kisah yg akan gw ceritakan ini sifatnya agak sensitif, makanya gw akan menggunakan nama2 samaran dan bukan nama sebenarnya untuk mendeskripsikan si pelaku. Siapa aja yg terlanjur membaca tulisan ini, mohon utk tidak mengkonfirmasi langsung ke gw ttg ‘siapa si A, siapa si B’ atau melakukan tebak2 berhadiah sejenis, krn gw ga akan buka mulut. Biar misterius gitu deh. Biar ga dimintain royalty juga sm org2 yg kisahnya udah gw catut *kedip-kedip genit*

Kasus 1:

Cewe A, punya hubungan lebih dari sekedar teman dg cowo B. Awalnya mereka hanya teman kuliah satu kampus dan satu jurusan. Namun karena sering berinteraksi di luar kampus akibat kegiatan ekskul yg mereka ikuti, mereka jadi menemukan kesamaan hobi, minat dan ketertarikan akan banyak hal yg membuat keduanya jd semakin dekat. Sampai akhirnya mereka jd sahabat akrab yg tidak terpisahkan. Ada si A, maka pasti ada si B di dekatnya. Ketika hubungan teman tp mesra mereka ini menginjak tahun ke-3, mereka sadar kalau mereka sudah saling jatuh cinta. Sebenarnya, kisah mereka ini bisa berakhir bahagia seandainya tidak diganjal oleh masalah perbedaan agama. Skg, mereka msh berteman akrab. Msh saling mendukung satu sama lain, saling menceritakan masalah yg sdg mereka hadapi, termasuk masalah percintaan. Mereka sama2 tau kalau mereka saling mencintai tp mereka juga tahu kalau mereka tidak mungkin bersama. Sedih. Rumit.

Kasus 2:

Cowo C, dia adalah cowo yg setidaknya ada 1 cewe yg mengaku sbg pacarnya di setiap tempat, tp sayangnya, tidak ada 1 pun dr cewe2 itu yg diakui C sbg pacar. Tiap ditanya soal status, pasti akan dijwb ‘single’ (hadeh, kesian yak, cewe2 yg tidak diakui itu). Singkatnya, si C ini tipe cowo cakep yg pasti dilirik cewe gitu deh. Harusnya ga da yg rumit dlm kisah cintanya. Secara dia pasti bisa dapetin cewe mana aja yg dia mau, apa rumitnya? Tp ternyata ga gitu. Rumitnya justru dateng waktu cupid nembakin panahnya dan salah sasaran. Dia akhirnya jatuh cinta sama cewe yg udah punya pacar. Si cewe ini, kita sebut saja D, lagi LDR-an gitu deh sama cowo-nya. Waktu C deketin dia, dg blak2-an D mengakui soal statusnya. Skg, D tetep bersama cowo-nya. C tetap memilih untuk bertahan, sesekali menampung curhatan D dan bersedia menunggu D dlm ketidakjelasan. Rumit.

Kasus 3:

Cewe E, dia tipe cewe pendiam dan cenderung introvert. Hal-hal inilah yg membuatnya sulit untuk jatuh cinta. Tapi begitu ia menyukai seorang cowo, maka beruntunglah cowo itu krn dia akan dicintai scr total oleh si E. Diantara beberapa cowo yg dia kenal, ada 1 cowo yg memperlakukannya dg spesial (kita sebut cowo F). Awalnya si E tidak mencurigai perlakuan F untuknya. Sampai F mulai menghujani-nya dg sms dan telpon tiap hari. Teratur absen pagi, siang, malam, 3 kali sehari seperti minum obat. Si F pun seringkali berkunjung ke rumah E dg alasan yg terkesan dibuat2. Nah, barulah E curiga, kalo F memang punya maksut tertentu. Krn rutin dicekoki  perhatian manis inilah, akhinya E pelan2 jadi addicted sama F. Walau pd saat itu berhembus kabar kalo F sdh bertunangan, tp E yg terlanjur menyukai F, percaya sepenuhnya pd F dan dia pun tdk berani mengkonfirmasi berita ini pd F. Skg, F akan menikah dg tunangannya dlm waktu dekat. E menerima undangan pernikahan itu, msh mencintai F dan tdk pernah tahu apa maksut dibalik perhatian2 F dulu. E dan F tidak pernah bilang ‘cinta’. Tapi ada yg patah hati dlm kisah ini. Rumit.

Siapa bilang mencintai dan dicintai itu mudah? Mencintai dan dicintai itu tidak pernah mudah jika dilakukan oleh orang yg bersungguh2. Jika bisa memilih, semua org pasti memilih memiliki kisah percintaan yg mudah. Bertemu, jatuh cinta, menikah, punya anak dan cucu, bersama sampai tua. Happily ever after.

Tapi perasaan mencintai dan dicintai itu terlalu indah, sampai2 banyak orang yg memilih utk terlibat dlm kisah yg rumit drpd tidak jatuh cinta sama sekali. Karena ada cinta, anda akan gila akibat terlalu bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s