Si Bodoh yang Mematahkan Hatinya Sendiri

Posted: November 29, 2011 in Cuma Curhat

Alkisah, pada suatu hari di tahun 2011, si cupid ga sengaja nembakin panahnya ke pasangan sejoli pemuda (yg kemudian qt sebut muda) dan pemudi (yg kemudian qt sebut mudi). *Eh, maap itu yg di dalem kurung kenapa jd mirip nama maskot sea games yak?*

Nah, akibat panah nyasar itu, si muda dan mudi jadi deket gitu deh.

Seperti pada umumnya cowo yg lagi pedekate-in cewe, muda pun ga lupa utk absenin si mudi tiap hari via telpon maupun sms. Pagi, buat memberikan sapaan ‘selamat pagi’ sekaligus nanya ‘udah bangun, udah shalat, udah makan’; siang buat ngingetin ‘jgn kerja mulu, makan siang dulu, shalat dulu’; sore buat nanya ‘udah pulang kantor, udah shalat, udah makan’; malam buat nanya ‘udah makan’, ngingetin ‘jgn bobo mlm2’ dan terakhir ucapan singkat tp manis ‘selamat malam’. Ehem, semacam alarm makan, shalat, tidur gitu.

Intinya, dg perhatian2 simpel yg rutin itu, muda berusaha meyakinkan mudi kalo dirinya adalah cowo yg baik. Sebenarnya usaha muda ini ga sia2, krn jauh di dalam lubuk hatinya, mudi senang dg bentuk perhatian2 kecil ini. Ketika ditanya apakah mudi berniat menerima muda seandainya suatu hari nanti muda menyatakan cinta-nya? Mudi hanya tersenyum sebelum salah tingkah. Yang kalo dibahasakan secara universal, kode cewe barusan artinya  ‘I do’.

Kenapa penulis bisa berkesimpulan spt itu?

Karena penulis menganalisa dan mengamati serta mengumpulkan bukti. Kenapa juga tiap kali nerima sms dr muda, aura si mudi langsung berubah jadi pink kalau mudi hanya menganggap muda sbg cowo pada umumnya?  Kenapa juga mudi bersedia mengkorting jam tidurnya hanya agar bisa lebih lama telpon2an dg muda di seberang sana? Kenapa juga mudi harus malu2 tiap kali bertatap muka dg muda seandainya muda bukan org special? Yah, berdasarkan pengalaman penulis, walau mudi sendiri menolak mengkonfirmasi-kan perasaannya, maka penulis yakin kalo mudi juga jatuh cinta. Sama seperti muda.

Masalahnya, mereka berdua sm2 takut (atau malu) untuk mengakui perasaan masing2, bikin org2 yg merhatiin jd gemes gitu deh. Jadinya keduanya hanya bermain2 dg bahasa sandi. Mudi mengirimkan sandi-nya sendiri dg maksut supaya muda mengerti dan mau mengakui perasaannya duluan. Mungkin skg memang jamannya emansipasi. Tp tetep ada beberapa gelintir cewe yg menganggap kalo ‘menyatakan cinta’ adl tugas cowo. Dan mudi adl salah 1 penganut paham ini.

Sementara muda juga sibuk dg sandi2nya. Dia terus2an berkata ingin main ke rumah orang tua mudi di luar kota suatu saat nanti. ‘Main’ di sini bukan berarti liburan pd umumnya, melainkan ‘lamaran’. Tapi krn lagi2 yg dipakai bahasa sandi, muda hanya mendapatkan jawaban setengah bercanda dr mudi.

Sandi terakhir yg dikirim muda justru di-salah-arti-kan oleh mudi sehingga membuat hubungan mereka yg dekat hampir spesial itu menjadi jauh dan tidak special sama sekali.

Krn sandi terakhir itu, si mudi jadi merasa kalo semua bentuk perhatian yg diterimanya selama ini dari muda hanya bentuk gombalan. Ia jadi merasa tidak yakin lagi dg perasaannya yg semula ‘jatuh cinta’ pada muda.

Muda yg merasa bersalah, berkali2 minta maaf pada mudi. Walaupun mudi bilang dia sdh memaafkan muda, tp muda tau kalo hubungan mereka tdk akan bisa spt dulu lagi. Di telponnya yg terakhir, muda menyampaikan kepada mudi kalau untuk sementara ini dia tidak akan menghubungi mudi lagi. Entah sampai kapan ‘sementara’ ini akan berlanjut.

Penulis, sbg pihak pengamat hubungan muda dan mudi, hanya bisa menghembuskan napas penyesalan. Sayang sekali pasangan ini tidak bisa melanjutkan kisah mereka utk sementara waktu hanya karena kesalahan penafsiran sandi. Sungguh bodoh si muda yg ga gentle itu krn telah memilih sandi yg salah dan mematahkan hatinya sendiri.

Moral of the story:

Dududu, hari gini msh pake bhs sandi. Emang ga takut kalo sandi-nya ga bisa ditranslete sm org yg dimaksut ato malah nyasar2 ga tentu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s