Sandiwara Klasik yang Biasa

Posted: October 14, 2011 in Cuma Curhat

Ini adalah cerita ttg sisi lain dari kehidupan gw sebagai artis.

Kalo hal2 nyebelin kaya gini terjadi rasanya gw pngen lari ke hutan lalu ke pantai, terus teriak sepuasnya. Persis kaya si Cinta. Kalo udah capek lari2 dan teriak2, gw bakalan naek taksi ke warung terdekat buat borong es krim n cokelat. HUAH, baru deh dunia jadi indah lagi.

Dan hari ini kejadian ga mengenakan itu kembali terulang. Padahal mut gw di pagi hari udah bagus bgt. Dan jadi hancur berkeping2, berantakan, luluh lantak akibat ‘si sutradara’ yg ga bisa ngatur akting ‘si bangsawan’ yg asal2an itu. Sehingga ‘si rakyat jelata’ ini dipaksa untuk berimprovisasi berlebihan.

Okeh, saya akan mencoba bersikap profesional. Saya sadar sepenuhnya, improvisasi itu memang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan lawan main. Tp bagaimana bisa saya menjalani peran ganda dlm 1 scene? Haha, anda pasti bercanda jika berharap keajaiban seperti itu terjadi.

Daripada anda capek berharap, saya sarankan kepada anda untuk mencoba meng-casting ulang peran si bangsawan. Atau setidaknya, carilah 1 orang figuran lagi untuk menjadi peran pengganti si bangsawan. Karena jujur, saya sudah mulai bosan dengan sandiwara ini. Ceritanya sgt klasik. Membosankan.

Seandainya saya dan manajemen saya tidak menandatangani kontrak sandiwara ini sebelumnya, saya pasti sudah mengundurkan diri dg alasan ‘saya tidak sanggup mengikuti arahan anda sebagai sutradara’.

SEKIAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s