The Nekat Traveler: Perjalanan Menuju Negeri Jiran

Posted: October 6, 2011 in Yuks, Jalan!

Perjalanan kali ini bisa dibilang ajang pembuktian buat jiwa petualang kami. Karena ini pertama kalinya kami jalan2 ke tempat asing hanya dg modal nekat. Benar2 nekat.

Pada awalnya, perjalanan ini diniatkan untuk diikuti oleh banyak orang, sekitar 7 orang-an gitu deh. Berhubung bakalan ada 2 cowok yg ikut, jadinya kami agak beranilah utk menjelajah negara Malaysia tanpa bantuan org setempat. Rencananya, perjalanan akan dimulai dari kabupaten masing2 tempat kami berdomisili untuk kemudian berkumpul di Kabupaten Bengkalis. Tempat terdekat sebelum menyebrang.

Tapi karena satu dan lain hal, ahirnya rombongan kami ini gagal berangkat. Tinggal gw dan ambar yg panik krn udah terlanjur beli tiket pesawat utk baliknya. Agak ga rela gitu kalo duit tiketnya terbuang sia2. Maklum, kami penganut prinsip ekonomi yg taat.

Setelah menghubungi beberapa teman utk diajak berpetualang bareng, ahirnya ada satu teman cewe yg merespon. Alhamdulillah, kami jadi ada tambahan teman buat nekat. Mulailah kami gugling, nyari koneksi di Malaysia, tempat wisata yg oke, info transportasi dan penginapan murah. Untungnya ada temannya teman (nah, loh!) yg bersedia jd travel guide kami selama di sana. Padahal, kami ktemuan aja blm pernah. Tp kami bner2 berharap sama si temannya teman ini. Uhuy, bneran nekat niy judulnya.

Sesuai rencana awal, kami berkumpul di Kabupaten Bengkalis. Sekalian mengeksplor tempat wisata di kabupaten ini juga. Lumayanlah, transit sekaligus jalan2 singkat. Tempat wisata yg kami kunjungi di sini adalah kawasan hiburan di sepanjang pantainya. Semacam alun2 gitulah.

Di alun2 Kabupaten Bengkalis

Di kabupaten ini kami hanya nginep semalem. Keesokan paginya, kami langsung nyebrang ke Malaysia. Untungnya, kami tidak perlu direpotkan lagi dengan urusan tiket kapal utk nyebrang dan nukerin uang rupiah kami ke ringgit, karena sang teman yg tidak jadi berangkat, sudah menyiapkan semua itu untuk kami. Makasih loh.

Perjalanan nyebrang ini membutuhkan waktu 1,5 jam-an dg menggunakan fery. Pemandangan yg bisa diliat di sepanjang perjalanan hanya lautan biru sepanjang mata memandang. Okelah.

Begitu tiba di seberang dan keluar dr pelabuhan, kesan pertama yg gw tangkap adalah semrawut. Hehe, jujur bingung banget di sini. Kalo mo kemana naek apa. Ga da info yg jelas. Peta wisata ga bisa ditemukan di tempat2 umum buat turis, kaya di Singapura. Untungnya di deket situ ada yg jualan peta wisata Malaka.

Tempat tujuan kami yg pertama adalah Menara Taming Sari. Di menara ini kita disuguhi pemandangan Kota Malaka dari ketinggian.

Numpang narsis sebelum nyobain menara-nya

Pemandangan Malaka dari ketinggian

Dari sini, kami melanjutkan perjalanan menuju Selangor. Tempat kami janjian sama temannya teman itu. Dia adalah mahasiswa di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Uhuk, berasa tua deh gw! Jadinya, kami diinapkan di salah satu kamar asrama yg kebetulan pemiliknya lagi mudik. Hehe, kami diselundupkan diantara para mahasiswa yg masih muda dan imut2 itu. Lumayan, menghemat biaya penginapan. Perjalanan Malaka-Selangor ini luar biasa melelahkannya. Harus naek bus dulu yg lamaaaaaaaaa trus disambung perjalanan dg kereta baru kemudian naek taksi menuju kampus UKM. Keribetannya ngingetin gw sama transportasi di Jakarta.

Di sinilah kami bolak/I menghubungi si temannya teman itu supaya ga nyasar. Drpd bangkrut gr2 roaming, makanya kami memutuskan utk membeli nomer lokal. Jika di Indonesia kita bisa dg mudah membeli nomer perdana yg bahkan dijual di kios2 pinggir jalan, maka di Malaysia system pembelian nomer perdana ini hanya bisa dilakukan di gerai2 resmi operator seluler-nya, yg susah bner dicari. Pdhal kami ada di terminal besar di Malaysia loh. Selain itu, syarat pembelian-nya si pembeli diwajibkan utk nunjukin ID-card mereka sementara para turis diwajibkan menunjukan paspor. Untuk kemudian informasi personal si pembeli itu dicatat. Yah, ini pengetahuan baru bagi gw. Intinya, paspor adl barang bawaan wajib bagi para turis di Malaysia. Mesti dibawa kemana2.

Berbekal pengalaman bertransportasi di Malaysia yg ribet itulah, besoknya kami memutuskan utk rental mobil. Tujuan wisata kali ini adalah Menara Kembar, Kuala Lumpur Convention Center, dan Batu Caves.

beberapa penampakan di situs2 wisata itu

Pengalaman seru yg layak gw pamerin di sini adalah pengalaman sewaktu di Batu Caves. Kami kompakan gitu buat nyobain lukisan di tangan. Lucu deh. Sayangnya Cuma tahan 2 mingguan doang.

ritual melukis tangan oleh seorang ibu India yg mahir bgt bikin. ga sakit loh.

Taraaaa, ini dia hasilnya!

Hari terakhir kami di Malaysia, kami habiskan untuk mengunjungi kawasan perkantoran yg bangunannya keren2 di Putra Jaya. Di sinilah kami baru merasakan suasana ‘luar negeri’-nya.

oke kan pemandangannya?

Dan, itulah rangkuman perjalan wisata nekat kami ke Malaysia. Menyenangkan, melelahkan, dan sangat bikin deg2an.

Kesimpulan gw, setiap perjalanan itu memang punya sensasi-nya masing2. Setiap perjalanan itu unik. Setiap perjalanan itu punya ‘sesuatu’ yg bikin kita menikmati mereka dg cara yg berbeda.

And, I love traveling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s