Pelayan yang gagal melayani

Posted: June 13, 2011 in Cuma Curhat

Siapa aja siy pelayan masyarakat itu? Yg jelas gw dan tmen2 sekantor gw termasuk di dalamnya. Karena kami dah disumpahin sebelumnya buat melayani masyrakat. Khusus utk kantor gw, bentuk pelayanan yg kami berikan, lebih kepada penyedian data bagi siapa saja yg membutuhkannya.

Jujur, walaupun berpredikat sebagai pelayan masyarakat, gw agak kurang sabar dlm memberikan pelayanan itu sendiri. Untungnya, jobdesk gw bukan dibagian ini. Jadi agak beruntunglah gw krn ga harus pasang muka manis setiap saat untuk melayani para konsumen data yg datang. Dan beruntunglah mereka ga harus berhadapan sama pelayan mood2an kaya gw dan mendapatkan pelayan lain yg lebih baik.

Dan itulah yg mo gw bahas di sini. Ttg ke-jutek-an muka para pelayan masyarakat dan sikap ogah2an yg terang2an mereka tunjukkan kepada orang yg seharusnya mereka layani.

Sebelum itu, gw mo sedikit curhat dulu ttg perlakuan yg gw terima dari salah satu fasilitas kesehatan (FK) milik pemerintah daerah. Jadi ceritanya pada suatu hari, mungkin karena kecapean, sistem imun gw tiba2 melemah dan ahirnya gw sakit. Karena kosan gw deket sama FK itu, makanya gw minta tolong anterin seorang teman untuk berobat.

Kami datang ke FK itu sekitar pukul 12-an siang, tengah hari lewat dikitlah. Kami harus mengantri di loket pembayaran untuk mendapatkan kartu periksa lalu kemudian dirujuk ke dokter spesialis tertentu. Setelah dirujuk ke dokter umum, maka pergilah kami ke sana.

Begitu kami tiba di ruangan dokter umum, ternyata antrian pasien-nya banyak. Mungkin penyakit sejenis yg gw derita sedang mewabah pd saat itu. Kami langsung diberitahu untuk mengambil nomor antrian di perawat yg kebetulan dapat giliran jaga di situ. Dan eng..ing..eng, sambutan yg kami terima dari si perawat ini sungguh luar biasa mengejutkan!

Kurang lebih seperti inilah percakapan yg terjadi pada saat itu:

Gw: kak, saya mo periksa *muka pucet, lemes, batuk2 sedikit*

Mbak Perawat (MP): rumahnya dimana?

Gw: *gw sebutin alamat kos gw yg kebetulan tinggal nyebrang jalan doang, karena berpikir ini untuk keperluan administrasi. Walau agak heran juga, kenapa yg ditanyain duluan alamat bukannya nama*

MP: Kenapa baru datang sekarang? Ini udah jam 12 lewat. Kami mau istirahat dan antrian pasien masih banyak. Kenapa ga dateng dari pagi? Udahlah, besok dateng lagi aja.

Gw: **&&%@^()_)_%@#^&())#!^*

APA ITU MAKSUDNYA COBA?

Kenapa gw ga dateng dari pagi buat periksa? Itu karena sakit gw baru datang sekarang. Makanya gw periksa sekarang. Memangnya dia pikir gw bisa mengontrol kapan gw mau sakit? Kalo bisa, gw juga ga mau sakit kali!

Perlu dicatat di sini, gw ga memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis apapun, baik itu askes maupun kartu miskin (kalo yg ini emang ga punya siy).

Seandainya kasus gw ini di bawa ke ruang sidang, mungkin si mbak perawat itu akan bilang kaya gini sbg excuse-nya: ‘maap, waktu itu mood saya lagi jelek’ atau ‘saya lagi PMS’ atau ‘saya baru putus dari pacar saya’. Terserahlah. Yang jelas, perlakuan yg gw terima hari itu bner2 bikin gw sakit hati.

Seorang pelayan masyarakat ga seharusnya bersikap kasar kepada orang2 yg mereka layani. Sekedar mengingatkan, justru kita-lah yg mengemis kepada negara. Karena gaji kita itu berasal dari pajak yg dibayarkan oleh masyarakat. Karena itulah masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari negaranya melalui para pelayan-nya, yaitu para pelayan masyarakat.

Yeah, perlakuan yg gw terima hari itu jadi pelajaran berharga buat gw. Semoga pada masa yg akan datang, gw bisa bersikap lebih baik dalam melayani masyarakat dalam kapasitas gw sebagai pelayan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s