Halo, kami butuh listrik di sini!

Posted: May 23, 2011 in Cuma Curhat

Waktu gw ngetik ini, cuma ada cahaya dari leptop yg nerangin kamar gw. Yup, it’s totally dark. Inilah hal lain yg sering ngebuat gw geleng2 kepala. Mati lampu. Ih, gw paling ga suka sama yg namanya mati lampu. Karena mati lampu itu identik bgt sama gelap, mati gaya dan nyamuk.

Kali ini gw ijin buat ga ngeluh dulu ya!

Melalui tulisan ini, gw pengen melampiaskan kekesalan gw buat orang2 yg berwenang di luar sana. Semoga mereka ga sengaja baca tulisan gw ini dan jd concern sama masalah yg kami hadapi di banyak daerah di luar pulau Jawa.

Karena gw pernah tinggal cukup lama di Jakarta, gw jd tau kalo di Jakarta itu bisa dibilang ga pernah mati lampu. Palingan mati lampu-nya pas banjir doang (untuk mengantisipasi korsleting listrik mungkin ya). Dan kalaupun mati beneran (bukan gara2 alasan2 ekslusif spt banjir), palingan juga cuma sejam dalam setaon. Itu juga masyarakat Jakarta-nya dah nelponin PLN mulu trus besoknya ada headline gede2 di surat kabar ‘gara2 mati lampu, perusahaan di Jakarta jd merugi bla..bla..’

Sekarang coba kita tengok keberadaan listrik di daerah. Yeah, kabupaten gw boleh deh di jadiin sampel. Di sini, ada beberapa kecamatan yang sama sekali blm dpt pasokan listrik dari pemerintah. Jadinya, masyarakat di kecamatan2 tersebut harus menggunakan listrik swadaya kalo mau mencicipi listrik. Misalnya, bantuan pengadaan diesel dari desa atau penggunaan genset. Masalahnya, biaya yang harus di bayar oleh masyarakat tiap bulannya itu berlipat2 kali dibandingkan biaya listrik PLN dan listrik yang dapat dikonsumsi pun terbatas. Biasanya, listrik ini hanya bisa dinikmati pada malam hari (Sumber: wawancara data Susenas dengan warga yg menjadi responden).

Gw tau, antara Jakarta sama kabupaten tempat gw mengais2 rejeki skg, timpang bgt klo mo dibandingin. Secara Jakarta itu kota bgt dan di sini itu, *ambil napas bentar* desa bgt. Tp sekali lagi, yg mo gw potret di sini adalah pasokan listrik. Halo, kami juga warga negara Indonesia loh. Dimana ‘pemerataan pembangunan’ yg sering digembar-gemborkan itu? Kami juga berhak menikmati listrik Indonesia.

Mungkin Jakarta memang membutuhkan pasokan listrik yg banyak karena disana pusat pemerintahan, pusat industri, pusat segalanya. Tapi bagaimana dg daerah lain yg mungkin sebenarnya memiliki potensi lbh byk utk berkembang namun terkendala oleh keberadaan listrik? Bagaimana generasi muda di daerah bisa bersaing jika sumber penerangan yg mereka gunakan untuk belajar hanya lampu sentir sementara generasi muda perkotaan bisa mengakses internet dg bebas?

Okeh, mungkin gw udah melantur kemana2. Tp itulah keluhan yg ada di otak gue skg, disaat badan gw bau sereh gara2 lotion anti nyamuk yg gw pake dan gw mulai mati gaya. Great!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s